Pemuda Indonesia Krisis Keteladanan

Senayan – Indonesia tidak memiliki cetak biru kepemudaan untuk 10 tahun atau 25 tahun kemudian. Dampaknya, jadi diri bangsa ini tidak jelas.
Demikian dikemukakan anggota MPR dari Fraksi PKS Indra dalam diskusi Empat Pilar bertajuk ‘Implementasi Sumpah Pemuda di Era Reformasi’ di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (29/10).

“Kita tidak memiliki blue print untuk menjadikan pemuda ke depan. Jati diri bangsa ini tidak jelas,” ujarnya.

Pembicara lain dalam diskusi tersebut adalah anggota MPR dari Fraksi Partai Golkar Aziz Syamsuddin dan sejarawan JJ Rizal.

Selain tak memiliki cetak biru, pemuda Indonesia juga krisis keteladanan. Tidak ada tokoh yang menjadi panutan. “Ketika ada pemimpin yang menyatakan perang terhadap korupsi ternyata orang di sekelilingnya korupsi. Ketika pemimpin menyatakan harus berobat di dalam negeri ternyata istri Presiden malah berobat ke luar negeri,” kata Indra.

Tindakan dan ucapan pimpinan , kata Indra, juga harus seiring dan seirama. “Tetapi ketika perang terhadap narkoba, Presiden malah memberikan grasi,” ujarnya.

Bentuk lain yang tidak memberikan contoh yang baik kepada pemuda, kata Indra, sengketa antarinstitusi seperti yang terjadi antara KPK dan Polri. “Lucunya, mereka sama-sama dibiayai negara dan menuntut secara materil dan imateril,” kata Indra yang juga anggota Komisi III DPR ini.

Krisis kepemudaan ini tambah parah karena masyarakat dan juga elite politiknya tidak memiliki rasa keindonesiaan. “Tidak cinta produk dalam negeri. Kedelai dan kentang impor. Ironisnya, garam pun kita impor padahal 2/3 wilayah Indonesia adalah lautan,” kata Indra.

Nova Riyanti Yusuf: ‘TKI on Sale’ Injak Harga Diri Bangsa


Selebaran ‘TKI on Sale’ yang beredar di jalan Chow Kit di Malaysia dinilai bisa menjadi bom waktu. Selebaran itu sangat menghina harga diri bangsa Indonesia.
“Apa pun modus oknum pembuat iklan tersebut, maka oknum telah menginjak bom waktu, yaitu menghina harga diri bangsa Indonesia,” ujar Wakil Ketua Komisi IX dari FPD Nova Riyanti Yusuf dalam rilisnya, Senin (29/10/2012).

Nova yang juga menjadi Wakil Ketua Pansus RUU Perlindungan Pekerja Indonesia di Luar Negeri (PPILN) tentang buruh migran ini mengaku mendapatkan konfirmasi bahwa KBRI dan Atase Tenaga Kerja di Malaysia sedang melacak keberadaan, termasuk nomor telepon yang dicantumkan dalam iklan tersebut yang sampai saat ini tidak bisa dihubungi.

Perempuan yang juga psikiater ini juga berharap RUU PPILN dapat memperbaiki secara signifikan persoalan yang terdapat di dalam UU Nomor 39 Tahun 2004 yang akan akan dibahas pada Masa Persidangan II Tahun Sidang 2012-2013, November 2012.
Dia mengingatkan agar Pansus PPILN senantiasa mendengarkan masukan dari para stakeholders terutama para buruh migran.

Lanjut Nova, beberapa hal di dalam UU 39/2004 yang harus menjadi perhatian Pansus RUU PPILN di antaranya adalah seluruh proses perekrutan, training dan penempatan hingga pemulangan TKI diserahkan kepada swasta.

“Ke depan, pemerintah harus mengambil alih peran tersebut. Selain itu juga harus diperketat syarat mengenai negara penempatan, di mana negara tersebut harus memiliki MoU dengan Pemerintah Indonesia. Dalam MoU tersebut hak hak para TKI harus diutamakan dan jelas tertulis di dalam kontrak kerja,” kata politisi Partai Demokrat tersebut.

sumber:detik.com

Arena Panjat Dinding Tertinggi di Dunia

Groningen – Olahraga ekstrim wall climbing atau panjat dinding pasti sudah sering Anda dengar. Kota Groningen di Belanda punya kejutan untuk traveler pecinta panjat tebing. Excalibur, arena panjat dinding tertinggi di dunia ini siap menantang adrenalin!

Menaklukan arena panjat dinding paling menantang, mungkin ini salah satu alasan traveler pecinta panjat dinding mengunjungi Kota Gronigen di Belanda.

Ya, Negeri Kincir Angin ini punya destinasi seru untuk pelancong yang hobi melakukan panjat dinding. Excalibur merupakan sebuah tower arena panjat dinding yang berada di Klimcentrum Bjoeks.

Dalam situs UK Climbing yang detikTravel kutip, Senin (29/10/2012), dinding ini menjadi arena pendakian paling tinggi di dunia. Excalibur menjulang 37 meter, setingkat lebih tinggi dari dinding Stone Works di Texas, Amerika Serikat.

Setiap harinya, banyak traveler dari berbagai negara yang datang dan penasaran dengan dinding ini. Sekilas dinding ini memang biasa saja, tapi bentuknya yang menyerupai kurva membuat beberapa traveler untuk berpikir dua kali sebelum memanjatnya!

Semua traveler boleh mencoba menaklukan dinding ini. Tantangan utamanya adalah, semakin dekat dengan puncak menara, maka jalurnya semakin miring. Kemiringan menara ini sekitar 45 derajat. Dengan begitu, pemanjat membutuhkan tenaga ekstra.

Selain itu, bentuk, ukuran, serta jarak pijakan dan penumpu yang berbeda-beda juga menjadi kendala. Anda harus berusaha menjaga kestabilan tubuh dan bisa melawan hempasan angin Kota Groningen.

Tidak mustahil untuk Anda mencapai puncak menara ini. Bila berhasil, dari atas menara ini pemanjat bisa melihat panorama Kota Groningen. Namun, kebanyakan dari mereka yang sudah bisa mencapai puncak mengatakan, berada di atas menara ini jauh lebih menyeramkan ketimbang saat memanjat.

Kini, arena panjat dinding ini semakin terkenal ke seluruh dunia. Bila Anda berminat, bisa langsung mengunjungi Klimcentrum Bjoeks atau Bjoeks Climb Center. Bjoeks dibangun pada tahun 1996 oleh Gert van deer Veen dan seorang teman bernama Alco Pols.

Dari atas menara ini, Anda akan merasa melayang di udara dan terombang-ambing. Pastikan kondisi tubuh Anda sangat sehat dan minimal bisa melakukan panjat dinding. Bila tidak memiliki keahlian panjat dinding, traveler bisa berlatih di arena yang lebih mudah terlebih dahulu.

Tidak perlu khawatir, di Klimcentrum Bjoeks juga terdapat area wall cimbing indoor dan outdoor. Ketinggian area wall climbing di tempat ini pun beragam, mulai untuk pemula sampai yang paling mahir. Puncak tantangannya adalah Excalibur Tower.

 

Malang Punya Masjid Paling Nyentrik di Indonesia

Malang – Siapa sangka kalau masjid paling nyentrik se-Indonesia ada di Malang. Percampuran gaya India Mughal dan Timur Tengah, membuat masjid milik pesantren Salafiah, Malang, Jatim ini terlihat unik dan berbeda.

Membuat masjid dengan gaya dan arsitektur terbaik, sudah menjadi peraturan tak tertulis bagi umat muslim. Hal ini pun dilakukan sebagai rasa syukur kepada Allah SWT, atas berkah dan rezeki yang diberikan.

Seperti halnya masjid milik Pondok Pesantren Salafiyah, Bihaaru Bahri ‘Asali Fadlaailir Rahmah di Malang, Jawa Timur. Rumah ibadah umat Islam ini dibuat dengan gaya arsitektur yang berbeda dari masjid umumnya. Bentuknya yang megah serta desain arsitektur yang terlihat rumit, tak jarang membuat traveler yang datang terkagum-kagum.

Nyentrik dan unik, begitulah pelancong mendeskripsikan Masjid Pondok Pesantren Salafiyah, Bihaaru Bahri ‘Asali Fadlaailir Rahmah. Mereka yang datang juga sepakat kalau arsitektur masjid ini tidaklah mudah.

Dalam situs resmi Pondok Pesantren Bihaaru Bahri ‘Asali Fadlaailir Rahmah yang detikTravel kunjungi, Kamis (25/10/2012), secara keseluruhan bentuk bangunan pesantren ini bergaya India sampai Timur Tengah. Ponpes 10 lantai ini berada di Jalan KH Wahid Hasyim Gang Anggur No 10, Desa Sananrejo, Kecamatan Turen, Malang, Jawa Timur.

Saat memasuki lokasi pesantren, pelancong harus melewati gerbang raksasa bergaya India. Selanjutnya, Anda akan melewati sebuah serambi yang berbentuk seperti gua. Seluruh dinding di ruangan ini pun dilengkapi dengan stalaktit.

Masuk ke dalam ruang salat, kembali wisatawan dikejutkan dengan desain interior yang tak biasa. Hampir seluruh bagian ini dihiasi dengan ukiran dan kaligrafi nan cantik.

Sebuah mimbar untuk khatib dengan desain yang mewah terpampang di salah satu sisi ruangan ini. Layaknya kursi seorang raja, kursi imam di masjid ini juga menjadi salah satu yang paling keren dan mengagugumkan.

Jangan salah! Kemegahan serta keindahan arsitektur masjid dan pesantren ini bukan tercipta dari ide seorang arsitek, lho. Seluruh ide, gaya, bentuk, dan arsitektur Masjid Bihaaru Bahri ‘Asali Fadlaailir Rahmah tercipta berkat salat istikharah sang pemilik pesantren, KH Ahmad Bahru Mafdlaluddin Shaleh Al Mahbub Rahmat Alam.

Ingin melihat bentuk yang bervariatif lagi? Wisatawan bisa masuk ke dalam pesantren. Setiap lorong di bangunan ini punya desain yang berbeda-beda. Tidak hanya itu, hampir seluruh bangunan masjid ini dibuat dengan keramik warna-warni. Warna yang paling terlihat mencolok, seperti warna hijau, biru tua, dan lain-lain.

Mulai dari bentuk gua sampai detil gaya klasik masjid ini, semuanya bisa wisatawan lihat. Tak heran, setelah masuk ke salah satu bagian pesantren, pelancong yang keluar dan dipenuhi ekspresi takjub.

Kerennya lagi, semua konsep yang diterapkan di bangunan pesantren 10 lantai ini tidak mengikuti konsep bangunan manapun. Oleh karena itu, semua desain ruangan di Pesantren Salafiyah, Bihaaru Bahri ‘Asali Fadlaailir Rahmah tidaklah sama antara satu dengan lainnya.

Kini wisatawan dan masyarakat umum bisa menikmati secara langsung keindahan, keunikan, serta kemegahan masjid dan pesantren ini. Semua orang bisa masuk ke tempat ini.

sumber: detik.com

Mampukah Sekolah Menciptakan Manusia Kreatif?

Jika diminta membayangkan contoh manusia kreatif, siapa yang ada dalam bayangan anda? Newton dengan tragedi buah apelnya? Einstein dengan popularitas relativitasnya? Archimedes dengan teriakan Eureka tanpa busananya? Anak-anak SMK dengan berbagai produknya? Atau  barisan pemuda yang kemarin meramaikan pemilukada DKI? Terserah siapa dan yang mana yang akan kita sebut dan kita golongkan sebagai manusia kreatif.

Kreativitas adalah seni penemuan. Kemampuan seseorang untuk menciptakan hal-hal yang baru bagi dunia berdasar pada inovasi. Kreativitas adalah seni keberanian. Kemampuan seseorang untuk melihat secara berbeda dari kebanyakan orang. Menyimpulkan secara tidak biasa. Keluar dari keumuman. Siapa yang bakal menyangka bak mandi penuh air adalah tempat munculnya hukum Archimedes?

Seorang penulis pernah menyebut karakteristik manusia kreatif sebagaimana berikut;

1.    Tidak biasa. Manusia kreatif tidak terikat dengan kebiasaan dan norma keumuman yang berlaku. Mereka hanya percaya pada apa yang mereka yakini benar. Lihat saja betapa beraninya Galileo mengeluarkan pendapat bahwa bumi mengitari matahari. Satu pendapat yang menabrak kepercayaan kala itu.

2.    Individualistik. Manusia kreatif tidak mempercayai sesuatu yang bersifat takhayul. Mereka akan selalu berusaha mencari kebenaran dengan cara mereka sendiri.

3.    Inventif. Manusia kreatif penuh dengan daya cipta dalam balutan inovasi-inovasi. Mereka selalu berusaha mencari apa yang hilang didunia dan apa yang bisa dilakukan untuk kehidupan yang lebih baik.

4.    Terdorong. Manusia kreatif memiliki dorongan visi yang kuat dan memiliki keinginan untuk mengubah visi tersebut menjadi penemuan yang luar biasa melalui sebuah tindakan.

5.    Visioner. Manusia kreatif adalah manusia yang visioner. Visi mereka terletak pada hati dan jiwa mereka. Prioriotas utama hidup mereka adalah untuk mengejar visi itu.

6.    Intuitif. Manusia kreatif sangat intuitif. Pekerjaan yang mereka lakukan berasal dari jiwa mereka. Mereka mendengarkan jiwa mereka dan menjadikannya sebagai pembimbing dalam kehidupan mereka.

Nah..pertanyaannya sekarang, apakah lembaga sekolah kita bisa menciptakan manusia-manusia kreatif?

Oke, kita mulai pertanyaan ini dengan pertanyaan yang lain lagi, kenapa tanggungjawab ini diberikan kepada lembaga sekolah?

Jawabannya, mayoritas anak-anak kita menghabiskan masa-masa kecilnya di sekolah, mulai dari setingkat PAUD sampai dengan SMA atau bahkan bangku kuliah. Artinya, lembaga sekolah inilah yang sedikit banyak akan membentuk pemikiran mereka untuk mengarungi kehidupan yang lebih jauh lagi, yaitu terjun dalam kehidupan yang lebih nyata, dalam profesi apapun nantinya.

Kembali lagi ke pertanyaan semula, bisakah sekolah menciptakan manusia-manusia kreatif? Jawabnya, harus mampu. Setidaknya menjadi inisiator kemunculan manusia-manusia kreatif Indonesia. harapan kea rah itu sudah mulai terlihat. Kita telah menyaksikan kemunculan-kemunculan berbagai karya luar biasa dari anak-anak sekolah kita. Inovasi-inovasi spektakular hal pemikiran-pemikiran brilian. Tak perlu jauh-jauh melihat ke bangku kuliah. Siswa-siswa setingkat SMK pun sudah mampu menciptakannya.

creative

Pada dasarnya menjadi inisiator kemunculan manusia kreatif tidaklah begitu sulit. Lembaga sekolah kita cukup menghilangkan kekakuan proses pembelajaran dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada siswa untuk mengeksplorasi semua potensi mereka. Keragaman potensi ini adalah modal pertama yang harus dijaga dan dikembangkan. Selanjutnya, menjadi fasilitator dan apresiator. Lembaga sekolah harus mampu memfasilitasi ide-ide siswa, baik yang biasa, tidak biasa, unik, aneh, atau yang wajar saja. Semua harus terfasilitasi secara seimbang dan adil bukan malah dengan membunuh yang satu dan  menghidupkan yang satunya lagi. Lalu, memberikan apresiasi terhadap semua hal yang telah dilakukan siswa. Apresiasi ini menjadi sangat penting karena bisa menjadi pemicu semangat untuk kemunculan-kemunculan ide-ide baru lainnya. Kekurangan disana-sini adalah satu kewajaran yang tak perlu untuk dicemooh atau dihujat. Tak ada sesuatu yang langsung sempurna pada fase pertama. Evaluasi berupa kritik dan saran memang patut diberikan sebagai wujud apresiasi. Hanya, perlu disampaikan dengan cara-cara yang tepat sehingga tidak menekan dan malah membunuh kreativitas itu sendiri.

Masalahnya, seberapa banyak lembaga sekolah kita yang mampu menghilangkan kekakuan dalam proses pembelajaran? Menjadi fasilitator and apresiator?

Jika tidak banyak, maka bisa jadi hanya siswa dari sekolah yang itu-itu saja yang akan kita saksikan kreativitasnya. Sementara, siswa dari lembaga lain masih terpendam dalam lubang kekakuan.

Tentunya di masa-masa yang akan datang kita berharap semakin banyak manusia kreatif yang muncul dari lembaga-lembaga sekolah kita, yang tidak hanya mampu mencipta produk berupa barang, namun juga ide-ide spektakuler, sehingga semakin bertaburanlah pemikir-pemikir brilian dan problem-solver handal di negara tercinta ini. Pastinya, kita tidak ingin melihat lembaga-lembaga sekolah kita hanya menciptakan manusia yang “kreatif” dalam mencontek, tawuran, atau membullying sesama temannya

sumber: http://mutiarabirusamudra.blogdetik.com

Jokowi akan Tambah Jalur Sepeda Sepanjang 17 Km

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) menegaskan akan melakukan penambahan pada jalur sepeda di Jakarta. Rencana penambahan jalur tersebut mencapai 17 Km.

“Mau ditambahi 17 km, masih Desember tahun ini. Jadi rancangannya saja dulu,” ujar Jokowi usai melakukan peninjauan di beberapa wilayah, di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (29/10/2012).

Selain itu dia juga mengungkapkan mengenai hasil JJS alias jalan-jalan sore yang dilakukannya hari ini di beberapa wilayah Jakarta seperti Taman Ayodya, Jakarta Selatan dan sekitar Jalan Thamrin, Jakarta Pusat. Menurutnya wilayah-wilayah tersebut mempunyai potensi untuk dijadikan sebuah wilayah yang mempunyai ruang publik.

“Hasil hari ini tidak ada masalah, sama saja. Semuanya memungkinkan dan sangat bagus untuk dibangun (creative public space). Blok M dan Mayestik, oke!” ucapnya sambil tersenyum.

Sementara itu dia juga menilai penataan di Kota Tua, Jakarta Barat juga akan segera dilakukan. Menurutnya penataan di tempat tersebut bisa menjadi lebih gampang karena fasilitas pendukung yang diperlukan untuk menjadi sebuah ruang publik sudah ada.

“Kalau Kota Tua hampir tiap hari saya ke sana. Di sana praktis semuanya juga ada di situ, mulai pedagang kaki lima dan lain-lain. Seperti di Thamrin tadi didukung dengan adanya plaza. Plaza itu pasti ikut memperbaiki area itu,” terangnya.

Jokowi menambahkan hasil dari pantaunnya hari ini akan digunakan sebagai bahan untuk melakukan presentasi dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu. Mereka sebelumnya pernah bertemu untuk membuat konsep Jakarta yang memiliki ruang publik menyerupai Orchard Road di Singapura.

“Kan tadi sudah peninjauanya, setidaknya sudah tahu, sudah dilakukan peninjauan. Ya jadi pemaparan lebih gampang,” ucapnya.

http://www.detik.com

Festival Kecantikan Gajah

Ternyata, kontes kecantikan bukan cuma buat manusia saja, tapi juga binatang. Contohnya, gajah-gajah di Taman Nasional Chitwan, Nepal ini. Eits, ini bukan kontes sembarangan, lho. Karena, kontes ini bertujuan memberikan penghargaan terhadap mamalia terbesar yang statusnya hampir punah ini. Nggak heran dong, jika kontes ini diliput oleh media besar seperti BBC, Chinese TV,  Indian TV dan lain-lain.

Setiap bulan Desember, selalu diadakan Chitwan Elephant Festival, yaitu gajah-gajah dari sejumlah negara berparade dan melakukan berbagai atraksi. Yup, mereka bisa balapan sampai main bola, walaupun tetap ditunggangi oleh pelatihnya. Dalam kompetisi tingkat internasional ini, gajah-gajah yang ikut serta memang diwajibkan untuk dilatih secara khusus sebelum periode festival berlangsung.

Selain elephant race, highlight dalam acara ini tentunya adalah pemilihan gajah tercantik.  Nah, semua gajah yang jadi kontestan mesti didandani dengan baju tradisional dari negara masing-masing. Setelah ‘cakep’, baru deh, mereka diajak berputar sambil dinilai oleh dewan juri. Biasanya, semua gajah bakal didandani maksimal. Bukan cuma pakai kain atau aksesoris saja, tapi juga di makeup! Hahaha. Pemenangnya bakal dibawa berkeliling area kebun binatang, plus dikasih medali juga. Seru, ya? Serra, Muthia – Foto: washingtonpost.com, china.org.cn